Selasa, 20 Januari 2015

Saat Hujan Menyapa











Aku tahu ini aroma apa
Terasa asing memang
Namun aromanya begitu menyejukan
Aroma tanah kering tercemar air

Namun aku mulai curiga, tak sewajarnya ia datang saat ini
Seharusnya ia akan muncul pada bulan-bulan akhir
Namun kenapa ia baru datang sekarang
Di bulan Mei

Aku mulai bertanya-tanya  pada semua orang
Kenapa ini?

Aku bertanya pada segerombolan bocah
Tapi terlalu ramai, ramai berlarian sambil menginjak air, coklat warnanya
Mereka tertawa lebar
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Aku bertanya pada penumbuk padi
Tak ada yang menghiraukan, terlalu bahagia nampaknya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Aku bertanya pada kepala suku
Bajunya terlihat indah, memegang pipa ditanganya
Ia terlihat agak murung, namun tetap diam seribu bahasa
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Aku bertanya pada pemahat kayu
Namun tak dihiraukan, terlalu sibuk dengan kesibukannya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Lalu
Aku menatap keatas langit
Tetesan air mengalir begitu derasnya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?




(JKal, 20 Januari 2015)

5 komentar:

Cerita Simbah "Setia"

Bismillah Jadi saya itu mempunyai simbah kakung dan simbah putri yang tinggal bersama saya di rumah. Dalam ingatan saya dulu ketika saya ...