Introo; kkeke-->
Pagi ini disambut dengan hujan abu rintik2. Karena aktif nya gunung kelud. Fenomena
alam ini semakin memperlihatkan akan kekuasaan Allah SWT. Karena tidak ada
selembar daun pun yang jatuh tanpa seizin Allah SWT. Semoga untuk korban
bencana gunug kelud diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian
ini. Amiin
Pagi ini jadi
ingat kejadian dulu saat meletusnya gunung merapi, dulu masih SMA saat hujan
abu, dan alhasil pada heboh gituu, karena baru pertama kali ngelihat hujan abu.
Ke inti;
--> Tapi pagi tadi, dapat sedikit cerita jadoel dari simbah. Simbah bilang kalau
dulu pas beliau kecil juga pernah terjadi hujan abu kayak gini. Bahkan lebih
parah dari ini. Sampe-sampe matahari gak terlihat *gelap mksudnya hee.
Hmm, tiba-tiba
jadi membayangkan keadaan zaman dulu yang udaranya masih sejuk belum tercampuri
banyak polusi, dengan hutan masih sanggat subur, cuaca yang indah. Lalu
tiba-tiba gelap gulita diiringi hujan abu yang pekat dengan bercampur sedikit
pasir. Semua orang panikk, tapi mereka tidak berdiam diri dirumah, mereka tetap
beraktifitas seperti biasa.
Hasil panen
tertimbun oleh abu, padahal saat itu sedang musim paceklik. *Jadi ingat kisah
Nabi yusuf. Padahal dulu, kata simbah, nasi itu merupakan makanan yang langka,
kebanyakan orang-orang makan dengan tiwul (bahan pangan penganti nasi yang
terbuat dari singkong kering yang dihaluska, dikasih sedikit air, n lalu
dikukus), karena lebih murah dan mudah diperoleh. Atau pas musim panen jagung
diganti untuk dengan bledak (bahan pangan penganti nasi yang terbuat dari
jagung yang dihaluskan, dikasih sedidit air lalu dikukus).
Simbah itu,
selalu sayang kalau ada baju yang tidak terpakai di hambur-hamburkan, karena
memang jaman dulu baju sanggat mahal dan langka. Begitu juga dengan kendaraan
nya, hanya ada kuda *Kayak sinetron di indosiar aja hee. Itu pun hanya
orang-orang golongan bangsawan yang punya. Kebanyakan masyarakat biasa tidak
punya, dan termasuk simbah L
Hmm simbah
juga dulu sempat cerita saat ada penjajahan jepang, walaupun saat itu simbah
masih sangat kecil sehingga tidak ikut berjuang. Simbah juga sempat cerita
kalau dulu jendral Soedirman juga pernah lewat jalan desaku pada masa
penjajahan dengan keadaan beliau digotong karena sakit parah.
Ngmong-ngomong
kata simah juga, di desaku dulu juga pernah terjadi bencana yang hebatt yaitu
“kebakaran”. Gini ceritanya, dulu ada salah seorang anak di desaku yang sedang
membakar sesuatu *makanan apa gituuu lupaa, dengan keadaan rumah penduduk
terbuat dari kayu beratapkan daun ilalang/ daun kelapa kering. Karena anak itu
membakar di dekat rumah, sambil main2 juga, akhirnya ada bara api yang mengenai
atap rumahnya. Sehingga terjadilah kebakaran besar yang awalnya hanya satu
rumah tiba2 menyebar sampai satu kampung, sehingga terjadi “lautap api yang
dahsyat”, dan kata simbah ada satu orang yang meninggal saat itu, dikarenakan
beliau pada saat api sampai di rumahnya, beliau berusaha menyelamatkan sapi2
nya, tetapi karena api yang terlalu besar, beliau tidak bisa menyelamatkan
diri, sehingga terbakar oleh api itu. Innalilahi.
Dan dengar cerita lagi bahwa anak itu segera diasingkan di pulau lain. hmmm
Nah itulah
sedikit cerita jadul dari desakuu..,^^ , 14-02-2014
Suka menulis juga yaa..!
BalasHapushhe iyaa lumayaan...,
Hapus