Minggu, 20 April 2014

Cerita Simbah

Introo; kkeke--> Pagi ini disambut dengan hujan abu rintik2. Karena aktif nya gunung kelud. Fenomena alam ini semakin memperlihatkan akan kekuasaan Allah SWT. Karena tidak ada selembar daun pun yang jatuh tanpa seizin Allah SWT. Semoga untuk korban bencana gunug kelud diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian ini. Amiin
Pagi ini jadi ingat kejadian dulu saat meletusnya gunung merapi, dulu masih SMA saat hujan abu, dan alhasil pada heboh gituu, karena baru pertama kali ngelihat hujan abu.
Ke inti; --> Tapi pagi tadi, dapat sedikit cerita jadoel dari simbah. Simbah bilang kalau dulu pas beliau kecil juga pernah terjadi hujan abu kayak gini. Bahkan lebih parah dari ini. Sampe-sampe matahari gak terlihat *gelap mksudnya hee.
Hmm, tiba-tiba jadi membayangkan keadaan zaman dulu yang udaranya masih sejuk belum tercampuri banyak polusi, dengan hutan masih sanggat subur, cuaca yang indah. Lalu tiba-tiba gelap gulita diiringi hujan abu yang pekat dengan bercampur sedikit pasir. Semua orang panikk, tapi mereka tidak berdiam diri dirumah, mereka tetap beraktifitas seperti biasa.
Hasil panen tertimbun oleh abu, padahal saat itu sedang musim paceklik. *Jadi ingat kisah Nabi yusuf. Padahal dulu, kata simbah, nasi itu merupakan makanan yang langka, kebanyakan orang-orang makan dengan tiwul (bahan pangan penganti nasi yang terbuat dari singkong kering yang dihaluska, dikasih sedikit air, n lalu dikukus), karena lebih murah dan mudah diperoleh. Atau pas musim panen jagung diganti untuk dengan bledak (bahan pangan penganti nasi yang terbuat dari jagung yang dihaluskan, dikasih sedidit air lalu dikukus).
Simbah itu, selalu sayang kalau ada baju yang tidak terpakai di hambur-hamburkan, karena memang jaman dulu baju sanggat mahal dan langka. Begitu juga dengan kendaraan nya, hanya ada kuda *Kayak sinetron di indosiar aja hee. Itu pun hanya orang-orang golongan bangsawan yang punya. Kebanyakan masyarakat biasa tidak punya, dan termasuk simbah L
Hmm simbah juga dulu sempat cerita saat ada penjajahan jepang, walaupun saat itu simbah masih sangat kecil sehingga tidak ikut berjuang. Simbah juga sempat cerita kalau dulu jendral Soedirman juga pernah lewat jalan desaku pada masa penjajahan dengan keadaan beliau digotong karena sakit parah.
Ngmong-ngomong kata simah juga, di desaku dulu juga pernah terjadi bencana yang hebatt yaitu “kebakaran”. Gini ceritanya, dulu ada salah seorang anak di desaku yang sedang membakar sesuatu *makanan apa gituuu lupaa, dengan keadaan rumah penduduk terbuat dari kayu beratapkan daun ilalang/ daun kelapa kering. Karena anak itu membakar di dekat rumah, sambil main2 juga, akhirnya ada bara api yang mengenai atap rumahnya. Sehingga terjadilah kebakaran besar yang awalnya hanya satu rumah tiba2 menyebar sampai satu kampung, sehingga terjadi “lautap api yang dahsyat”, dan kata simbah ada satu orang yang meninggal saat itu, dikarenakan beliau pada saat api sampai di rumahnya, beliau berusaha menyelamatkan sapi2 nya, tetapi karena api yang terlalu besar, beliau tidak bisa menyelamatkan diri, sehingga terbakar oleh api itu.  Innalilahi. Dan dengar cerita lagi bahwa anak itu segera diasingkan di pulau lain. hmmm

Nah itulah sedikit cerita jadul dari desakuu..,^^ , 14-02-2014

Sabtu, 19 April 2014

New Friend


                Hmm., trnyata indah banyak teman baru. Mungkin tak terasa kadang memang teman baru dengan keadaan baru, sifat dan kebiasaan baru membuat kita untuk ekstra menguras tenaga karena butuh penyesuaian tingkat tinggi *agak alai, tapiii banyak sekali sebenarnya kebaikan-kebaikan yang kita peroleh setelah mendapatkan teman baru, dan ituu sanggat menyenangkannn...^^
                Apalagi dengan keadaan kita yang beda tempat tinggal, dengan pengalaman-pengalaman mereka yang berbeda-beda., dengan keadaan dan cerita-cerita mereka yang kadang tidak pernah terbayangkan oleh kita, dengan cara bicara mereka yang beraneka ragam dengan logat nya masing2. Itu memberikan keunikan tersendiri bagi kita saat tahu itu. Keekekeke
                Banyak juga pengalaman yang tersirat saat kita sedang berbincang2 dengan mereka, yang kadang sangat membantu kita untuk menemukan ide, merubah diri menjadi lebih baik, atau kadang membantu kita untuk semanggat malakukan kebaikan. Asli ini nyata.,
                Atau yang awalnya hanya sekedar tau dia itu siapa., eh ternyata setelah berteman agak lama, jadi tahu “ooo jadi dia itu kebiasaannya memang seperti ituu..” *misalnyaa.. dan kadang memberikan kesadaran pada kita juga bahwa kadang ada hal2 yang sebenarnya membuat kita agak bete., tapi setelah biassa jadi tau bahwa memang dia itu orangnya seperti itu., gituuuu.. Dan justru dengan ke-bete an itu bisa menyadarkan kita bahwa memang itulah manusia yang tak mungkin sempurna, dan dengan banyaknya sifiat2 yang seperti itu justru malah mendewasakan kita sebenarnya. Yang mulanya agak sakit hati dengan ke-bete an itu lama kelamaan kita jadi bisa menyikapi dan hanya tersenyum dengan keadaan aneh itu., hmmm
                Apalagi saat kita terdampar ke dalam lingkungan yang  relijius.. *loh. Hmm memang tidak biasa, tapi ini nyata kawan, ketika terdampar dalam situasi itu, hmmm rasanya itu awalnya agak gimana gituuu.., Tapi percaya deh, setelah berabad-abad. *mulai niii bahasannya.. Ya a setelah beerabad-abad kita tinggal disitu rasanya tuuu kayak kita daberi anugrah terindah dariNya. *Alhamdulillah^^
                Beda topik lagi, hha tapi ada juga cerita lucu tentang teman baru. Gini niii., saat kita sedang duduk menunggu dosen datang misalnya, terus tiba2 ada sesosok manusia datang menghampiri kita dan tiba2 duduk di samping kita. Padahal kita nga kenal dia dan bahkan nga pernah lihat wajahnya, eh tiba2 nga pake tanya nama atau sekedar basa-basi perkenalan dia langsung ke topik utama. Dia tanya “soal UTS nya susah ya kemaren, punyaku yang paling susah nomor 10, kemarin nga kuisi.,dan bla bla bla bla banyak buangeet ceritanyaa melebar kemana-mana heee *sambil ketawa anehh lagi dia..,*haa itukan seremmm. Yaa tapi itu memang kadang terjadi. Dan disaat itu terjadi apa yang akan kamu lakukan??? Xixiiii dengan reaksi yang berbeda2 tentunya.

                Yaaaaaaah itu lah yaa sedikit ceritaku tentang teman baruu.., ^^ Ini ceritakuu, apa ceritamu?? Sampai ketemu di part2 selanjutnyaaa.. :D 



24 Des 2013, di suatu sore

Jumat, 18 April 2014

Kisah Rasulullah

*Wafatnya Nabi Muhammad SAW


Tak sengaja menemukan ini, jadinya ingin kutulis. Selalu haru saat membaca kisah ini, subhanallah. Mungkin sudah sering sekali kisah ini kita dengar, tapi tetap saja saat membaca kisah ini masih terasa sanggat terharuu.,

Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata-bata berkutbah, “Wahai umat ku kita semua dalam kekuasaan Allah dan kcinta kasih-Nya, maka taat dan bertaqwalah kepada-Nya. Kuwariska dua perkara kepada kalian, Al-Qur’an dan sunnahku. Siapa yang mencintai sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku.”
            Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukan kepala.
Isyarat telah datang, saatnya telah tiba. “Rasulullah akan meningalkan kita semua “Keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampir selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat, ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup . Didalamnya Rasul berbaring lemah dengan kening berkeringatmembasahi pelapah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba diluar pintu terdengar salam, “Bolehkah ssaya masuk?” tanyanya
Fatimah tak mengijinkan masuk. “Maafkan ayahku sedang demam.”
Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya,
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak taulah ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya” tutur fatimah
Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang mengetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak dikenang.
“Ketahuilah. Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut.” Kata Rasulullah
Fatimahpun menahan ledakan tangisnya. Ketika malaikat maut datang mendekat, Rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah jibril yang sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah” Tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka. Para malaikat telah menanti Ruhmu. Semua surga terbuka terbuka lebar menanti kedatanganmu.” Kata jibril
Ternyata itu tidak membuat Rasul lega. Matanya masih penuh gambaran kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kaar ini?” tanya jibril
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar dari Allah berfirman kepadaku, Ku haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata Jibril
Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh rasulullah ditarik. Nampak sekujur tubuh rasul bersimbah peluh, urat0urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini” Rasulullah mengadu lirih.
Fatimah terpejam. Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.
“Jijikah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmuJibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapa yang sanggup melihatk kekasih Allah di renggut ajal. :kata Jibril.
Kemudian terdengar Rasul memekik karena sakit yang tak tertahankan. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”
Badan Rasul mulsi dingin, kaki dan tanganya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan teinganya.” Uushikum bis shalati, wa maa malakat aymanukum. Perilaharah sholat dan perilaharah orang-orang lemah diantara kamu.”
Di luar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya.
Dan ali kembali mendekatkantelinga di bibir rasul yang mulai kebiruan, Ummatii..., ummatiii.., ummatii,”
Berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran mulia itu.
Allahuma sholi’ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. :’( :’(


Cerita Simbah "Setia"

Bismillah Jadi saya itu mempunyai simbah kakung dan simbah putri yang tinggal bersama saya di rumah. Dalam ingatan saya dulu ketika saya ...