Minggu, 04 September 2016

Guru Baru

Anak kecil itu memang unik. Yaampun kadang lucu melihat tingkagnya, kadang juga kagum dg kemampyannya.
Ini pengalaman pertama kali sy mengajar di sekolah dasar. Ada macam2 rasa disana.
Pernah syook bgt, krn sama sekali berbeda dg waktu sy sekolah dulu.
Subhanallah, anak2ny begitu aktif, bahkan unt sekedar diajak masuk kelas pun harus dipangil beberapa kali. Lalu ketika di dalam kelas pun saat mau ngasih materi jd sudah baget diaturnya. Berbeda dg mengajar ketika di SMA.
Subhanallah, tp ad hikmah nya sih paling engak lebih sering mengucap nma-nama Allah n banyak istighfarnya. Hmmm
Namun dg berbagai keriwehan tersebut, ad kisah menarik yg pernah sy alami, yaitu:
Suatu hari ketika keadaan kelas sangat ramai lalu sy benr2 bingung mau melakukan ap buat nenenangkan mereka, mana alhamdulillah suara sy kecil mau marah juga gk bisa, akhirnya sy mningalkan mereka pergi ke kntor dg wajah menahan marah.
Eh tiba2 tak begitu lama semua anak, berlarian menuju ke tmpat sy, ya sudah akhirny sy kmbali ke kelas.
Lalu di kelas semua anak2 pada bisik2 tetangga n mesam-mesem gitu. Sy curiga ad ap yaa. Saat ditanya ada apa, mereka hanya menjawab gak ad ap2 kog buu, gitu katanyaa hhh. Kalau ingat kejadian ini lucu sekali.
Lalu berhari2 selanjutny mereka sibuk entah membuat ap, sy mulai curiga krn bungkus kado bercecer dimana2.
Lalu kira2 1 minggu berlalu, n tiba2 saat mau pulang sekolah anak2 memberi kado, kaget n trharu syaaa.
Kta mereka itu dari yg putriii bu. Besok yg putra mau mnyusul.
Lalu sampai rumah, sy buka isi kado mereka, dn disana ad puisi yg ditulis rapi. Mndadak begituu trharu saya.
N sy lanjutkan unt membuka kado nya ternyata isinya adl benerapa jilbab n bross yg sudah dipakai. Sy curiga itu milik umi mereka jhjhhh
N benar ketika ditanya, memang itu punya ibu mereka, hhh dan katanya itu sudah tidak dipakai lagi,hhh
Yaampunnn, lucu bgt merekaa.
Dan 2 hari berikutnya sy mendapatkan kado yg kedua dari anak2 putra, lalu disekolah saya buka isinya sebuah jilbab biru muda dan sesobek kertas bertuliskan permintaan maaf karena membuat bu guru marah..
Sy sngat terharuu,..




Rindu Ramadhan

Rindu
Dengan semangat membara
Langkah kaki saling bersama
Menuju tempat mulia

Rindu
Dengan indahnya lantunan ayat suci Al Quran
Menggema di seluruh penjuru dunia

Rindu
Dngan indahnya
Ibadah bersama sama

Rindu
Dengan banyaknya pahala
Berada diamana saja

Rindu
Dengan gemuruh anak2
Berlarian ke tempat yg mulia

Rindu
Dengan semanggatnya jiwa
Menahan hawa nafsu karenaNya

Rindu
Rindu
Rindu

Bulan yg selalu membuat rindu akan kedatanganya

Ramadhan

Istiqomah

Sanggat susah sekali yaa istiqmah itu, pasti ada-ada saja godaanya. Dan biasannya itu dikarenakan padatnya jadwal harian kita.. #Ehh, padat atau memang kita yg susah membagi waktu..hmm
Yaampun, terkadang suka berfikir sebanarnya kita itu gak bisa menyalahkan jadwal harian, tapi kita lah yang harusnya memperbaiki diri karena belum bisa mengelola jadwal dg baik. Kalau semakin banyak jadwal dan kita bisa menangani dengan baik, nah itu kan bagus sekali, jadinya menjadi tantangan yang positive bagi kita. Atau kadang sudah dijadwal dengan rapi agenda harian kita. Dan pada awalnya siih, berjalan dengan lancarrr jayaaaa.. tapi itu biasanya hanya bertahan selama satu minggu saja, eehh atau 3 hari saja eehh atau malah gak terlaksana. Astaghfirullah..
                                                           
Disaat seperti ini ni, yang membuat kita stuck di sini-sini saja. Ehhm sepertinya kita perlu melawan rasa malas yang menghalangi kita untuk melakukan kegiatan yang sudah terjadwalkan.  Memang, malas itu menjadi hal nomor satu penyebab kita susah menjalankan istiqomah. Dan ketika rasa malas itu datang, yaah sebaiknya kita lawan itu, dengan cara memaksa diri untuk melakukan yang sudah kita jadwalkan. Karena sebenarnya itu, kalau kita sudah memaksa diri melakukan kebaikan yg sudah kita jadwalkan yaa nanti di tengah-tengah pelaksanaan, kita akan merasa tenang, seneng, tapi berbeda lagi ketika kita malas dan menjadi menunda-nunda melakukan sesuatu, pasti ujung-ujungnya ada yang menganjal lah, terbenani lah, perasaan tidak tenang lah, dll. Astaghfirullah…

Dan yang paling penting selain berusaha melawan malas, yaitu kita harus berdo’a, karena berdo’a adalah senjata kita. Kalau bukan Allah siapa lagi yang dapat menolong diri kita.
Semoga bisa terus istiqomah yaa.. Amiin



Satu lagi, salah satu hadits tentang istiqomah,
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang continue walaupun jumlahnya sedikit.” HR Muslim.

#Bismillah
#Semanggat
#BelajarIstiqomah
#Lillah


Cerita Simbah "Setia"

Bismillah Jadi saya itu mempunyai simbah kakung dan simbah putri yang tinggal bersama saya di rumah. Dalam ingatan saya dulu ketika saya ...