Selasa, 03 Februari 2015

This is about Tolerance

Ini tentang toleransi lebih tepatnya toleransi sesama umat muslim. Seperti yang kita tau bahwa, sesama umat muslim itu bersaudara kan yaa. Lalu, mengapa masih banyak ghitu yang saling membenci? Saling menyerang? Saling tidak menghargai? Dan saling-saling yang lainyaa.
Mungkin, kadang kita merasa ngak suka pada saudara sesama muslim, disebabkan karena beberapa hal, missalnya: kita beda prinsip kah, atau kita berbeda pendapat kah, dll sehingga terjadinya pertengkaran.
Padahal, sebagai sesama muslim itu memiliki tugas untuk memuliakan sesama muslim lainya lhoo. Kalau masih ada perbedaan dintara saudara kita, yaa kita lihat terlebih dahulu apakah perbedaan itu masih dalam koridor syari’at islam (sesuai Al-Qur’an dan Sunnah-Nya) atau tidak.
Kalau dia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah-Nya, yaa berarti tidak ada alasan kita untuk membenci saudara kitaa. Kecuali saudara kita telah melalukan kesesatan yang nyata, missal: menyembah bunga mungkin, hhe. Kalau itu baru kita berkewajiban untuk mengingatkan dia. Dan cara mengingatkannya pun hendaknya tanpa menyakiti perasaan dia, karena bisa jadi yang kita makduskan untuk menasihati justru malah menjadi masalah baru.
Lalu, lanjut lagi tentang toleransi. Bukankan Rasulullah pun telah mencontohkan saling toleran bahkan ngak hanya sesama muslim saja, tetapi sesama manusia. Yaitu kisah tentang Rasulullah yang berdiri menunggu berlalunya rombongan yang membawa jenazah, padahal itu bukan orang muslim lho.
Contoh lain mengenai toleransi juga terjadi pada imam kita, yaitu imam malik, imam syafi’i, imam hanbali, dan imam hanafi. Mereka memang terdapat perbedaan pendapat, namun masih sanggat-sanggat menghormati satu sama lain, tidak saling membenci, atau menyalahkan, dll.
Lalu pernah juga mendapat cerita mengena kisahi imam syafi’I dan imam malik, yang kedua-duanya itu adalah seorang guru dan murid. Yaitu imam safi’I adalah murid dari imam malik, namun keduanya berbeda pendapat dalam bebera hal. Nah, waktu itu ada kejadian yaitu suatu hari imam malik sedang berkunjung ke tempat imam syafi’I,yang saat itu akan melaksanakan sholat subuh berjamaah, karena imam syafi’I menggunakan qunut, sedangkan imam malik tidak memakai qunut. Lalu imam syafi’I dengan toleran nya beliau mengajak murid-muridnya untuk tidak qunut sendiri-sendiri atau pergi ketika nanti sholat subuh tiba, karena yang akan menjadi imam sholat adalah imam malik sang guru imam syafi’i. Kemudian ketika tiba saat sholat subuh, semua sudah bersiap-siap termasuk imam malik, disaat sedang siap-siap, murid-murid imam syafi’I yang menjadi jamaah sholat subuh pun tak kalah siap, mereka saling mengingatkan untuk jangan sampai lupa nanti tidak qunut. Lalu sholat pun dimulai, dan ketika sampai I’tidal ternyata imam malik dengan mencengangkanya beliau memakai qunut. Wauu amazing bukann!!
Itulah kisah yang luar biasa lho, seorang imam besar pun saling menghormati satu sama lain, lalu kita yang hanya manusia biasa kadang dengan perbedaan yang kecil pun menimbulkan perpecahan.Hello hhe

Untuk itu, selama berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah-Nya mari kita saling mempererat persaudaraan dan menghargai perbedaan antar saudara sesama muslim lainya.  Hargailah perbedaan itu, karena dibalik kita saling meributkan perbedaan itu, diluar sana banyak permasalahan yang harus kita pecahkan BERSAMA. 


Jkl/07/01/15


Memahami kata keren dengan arti lain

   Keren itu didefinisikan dengan barbagai macam, mungkin ada sebagian yang mengatakan bahwa jika loe mengikuti trend terkini maka loe keren, atau ada juga yang mengatakan bahwa jika selalu pake pakean yang bermerek di setiap keadaan maka loe keren, atau jika loe update info terkini maka loe keren, atau jika loe selalu begadang nonton bola tiap malem maka loe keren dan lainn sebagainyaa.
               Tapi, sebenarnya ada sisi lain dibaik berbagai macam definisi dari kata keren tersebut, dan arti lain itu mungkin telah disepakati oleh beberapa manusia langka di dunia ini, hadewh. Dan saya adalah salah satu penganut madzhab tersebut.hhe Penasaran, yuks segera kita bahas’^^
            Madzhab yang gimana siihh.., langsung saja : Keren itu bagi saya adalah jika kita anak muda/anak tidak muda yang selain peduli terhadap perkembangan zaman, selalu up date dengan keadaan terkini, tetapi sanggat peduli terhadap landasan hukum islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Lalu, muncul pertanyaan., apakah bisa jika seseorang yang gaul gilak kemudian dibarengi dengan tetap perpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah? Jawabannya adalah: yaa bisa saja yooow, kenapa tidak.
             Asalkan ada keinginan yang kuat dan selalu menyertakan iman di hatinya, maka definisi keren yang sesungguhnya itu akan terealisasikan. Walaupun saya sendiri juga merasa bahwa saya masih jauh dari definisi keren ituu. Soo, mari kita berusaha untuk menjadikan diri kita ini “keren dalam tanda kutip”.
                Keren yang paling keren itu, jika bisa mengutamakan urusan agama dari pada yang lainya.
   Dan keuntungan yang diperoleh orang2 yang “keren” tadi ialah, selain bisa eksis di dunia maka juga bisa eksis di akhirat, karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa segala perbuatan di dunia ini akan mendapatkan balasan oleh Allah, ketika di akhirat kelak. Nah, jika di dunia mengamalkan “keren” yang sebenarnya maka akan dekat dengan Allah dan akan merasakan balasan kebaikan atas perbuatan nya di dunia.
Semoga bermanfaat!


*Embuh le nulis kapan iki,

Cerita Simbah "Setia"

Bismillah Jadi saya itu mempunyai simbah kakung dan simbah putri yang tinggal bersama saya di rumah. Dalam ingatan saya dulu ketika saya ...