Selasa, 03 Februari 2015

Memahami kata keren dengan arti lain

   Keren itu didefinisikan dengan barbagai macam, mungkin ada sebagian yang mengatakan bahwa jika loe mengikuti trend terkini maka loe keren, atau ada juga yang mengatakan bahwa jika selalu pake pakean yang bermerek di setiap keadaan maka loe keren, atau jika loe update info terkini maka loe keren, atau jika loe selalu begadang nonton bola tiap malem maka loe keren dan lainn sebagainyaa.
               Tapi, sebenarnya ada sisi lain dibaik berbagai macam definisi dari kata keren tersebut, dan arti lain itu mungkin telah disepakati oleh beberapa manusia langka di dunia ini, hadewh. Dan saya adalah salah satu penganut madzhab tersebut.hhe Penasaran, yuks segera kita bahas’^^
            Madzhab yang gimana siihh.., langsung saja : Keren itu bagi saya adalah jika kita anak muda/anak tidak muda yang selain peduli terhadap perkembangan zaman, selalu up date dengan keadaan terkini, tetapi sanggat peduli terhadap landasan hukum islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Lalu, muncul pertanyaan., apakah bisa jika seseorang yang gaul gilak kemudian dibarengi dengan tetap perpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah? Jawabannya adalah: yaa bisa saja yooow, kenapa tidak.
             Asalkan ada keinginan yang kuat dan selalu menyertakan iman di hatinya, maka definisi keren yang sesungguhnya itu akan terealisasikan. Walaupun saya sendiri juga merasa bahwa saya masih jauh dari definisi keren ituu. Soo, mari kita berusaha untuk menjadikan diri kita ini “keren dalam tanda kutip”.
                Keren yang paling keren itu, jika bisa mengutamakan urusan agama dari pada yang lainya.
   Dan keuntungan yang diperoleh orang2 yang “keren” tadi ialah, selain bisa eksis di dunia maka juga bisa eksis di akhirat, karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa segala perbuatan di dunia ini akan mendapatkan balasan oleh Allah, ketika di akhirat kelak. Nah, jika di dunia mengamalkan “keren” yang sebenarnya maka akan dekat dengan Allah dan akan merasakan balasan kebaikan atas perbuatan nya di dunia.
Semoga bermanfaat!


*Embuh le nulis kapan iki,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Simbah "Setia"

Bismillah Jadi saya itu mempunyai simbah kakung dan simbah putri yang tinggal bersama saya di rumah. Dalam ingatan saya dulu ketika saya ...