Kamis, 05 November 2015

Betapa Pentingnya Sholat Itu


Sholat memang tidak asing bagi kita semua khususnya umat islam. Sholat itu sebuah kata yang indah dan sanggat penting. Sholat menggambarkan kecintaannya kepada Allah. Namun sudahkah semua umat islam itu sholat lima waktu?
Sholat merupakan kewajiban umat muslim. Kata wajib itu ya harus dilakukan, dalam keadaan apapun, karena kita sudah menyatakan diri sebagai umat islam maka sudah wajib bagi kita untuk selalu melaksanakan sholat lima waktu. Kalaupun dalam perjalanan jauh atau sakit, Allah sudah meringankan kita dalam melakukan sholat itu sendiri. Jadi tidak ada masalah sepertinya dalam melaksanakan sholat.
Kadang saya bingung dan mencari permasalahan mengapa ada umat islam yang tidak melaksanakan sholat lima waktu? Mungkinkah dia malas? Mungkinkah dia belum mengerti kalau itu kewajiban umat islam? Mungkinkah dia terlalu sibuk? Atau mungkinkah mungkinkah mungkinkah?
Entahlah, saya jadi bingung. Tapi kembali lagi ke masalah sholat, kalau berbicara tentang sholat dan kita masih di Negara kita yaitu Indonesia bukankah masih sangat mudah untuk melakukan sholat lima waktu. Masjid-masjid juga sanggat banyak di Indonesia dan semua masjid juga “masih” diperbolehkan untuk beribadah, lalu apa lagi sih?? Bagaimana jika kita hidup di Negara yang sedikit sekali umat muslimnya, yang bahkan untuk adzan atau kemasjid pun tidak boleh. :'( :'(
Sholat lima waktu itu banyak fungsinya yang paling simple mungkin mencerminkan bahwa seseorang mempercayai adanya Allah. Itu menurut saya, karena ketika seseorang menjalankan sholat lima waktu berarti dia menjalankan perintah yaitu dari Allah SWT, dia melaksanakan perintahnya karena dia yakin adanya Allah SWT. 
Selain itu sholat juga berfungsi unt selalu mengingatkan kpd Allah, sehingga akan senantiasa terhubung dg Allah 
Untuk urusan malas, sibuk, dan lain-lain. Kita abaikan saja, karena ya itulah rintangan kita untuk menjalankan kewajiban kita sebagai umat muslim yaitu melaksanakan sholat.
Kadang kalau melihat seorang muslim tapi tidak melaksanakan sholat lima waktu itu ada beberapa perasaan dalam hati saya antara kesel, marah, dan sedih. Dan dalam hati berkata “Why?? Kenapa ini terjadi??” Apalagi yang menghalangi untuk sholat lima waktu, itu adalah bukti cintamu kepada Allah, dan kewajibanmu,  ayooo laksanakan!!



Kenyamanan hati

Sering banget ditanya “kamu gak gerah po pakai umbruh2 gitu??” atau dibilang gini “mbok dilepas saja jilbab mu gak panas po” atau begini “ saya kira km itu bukan manusia, lah pakai jilbab terus”, dll.
Walaupun sebenarnya saya gak apa2 dibilangin seperti itu, karena emang kadang saya orangnya cuek sih dg hal-hal begituan, namun sepertinya ini harus diluruskan, agar bisa saling mengerti. J
Mengenai berjilbab, kalau dibilang gerah, siapaun saat cuaca nya panas ya pasti gerah, yang pakai jilbab maupun yang gak pakai jilbab. Tetapi ini masalah kenyamanan hati sob. Bagi saya kenyamanan itu adalah hal terpenting dalam berbusana dan tentunya dalam berjilbab.
Kalau ditanya “Kog bisa nyaman gitu?”,  “Iya, soalnya ini adalah kewajiban dari Allah SWT, kalau kita sudah tau bahwa itu adalah kewajiban ya maka dilaksanakan, lagian jilbab itu untuk menjaga kita kan, dan kalau kita “berhasil” menjalankan kewajian dariNya maka akan meras nyaman”
Dan menurut saya apapun kalau datangnya dari Allah yow is mandeg sampai situ gak bisa di edit-edit lagi, karena pasti mengandung kebaikan, jadi  kita harus mentaatinya.
Dan tentang jilbab mungkin ada juga yang bilang gini “Alah sama aja, kalau berjilbab tapi kelakuanya gak bener”. “Jadi km mau bilang kalau mending gak berjilbab gitu????” hohoo
Ya jangan gitu lah, jilbab itu kewajiban setiap muslimah, siapapun itu, kalau menurut saya nih ibaratnya jilbab itu adalah pakaian nya wanita muslim, masalah akhlaknya gimana yaa jangan dikaitkan dengan jilbabnya.
Yang terpenting adalah kita menjalankan kewajiban yang diberikan sama Allah, Masalah akhlak, insyaAllah kalau niatnya baik akhlaknya juga akan ikut baik.
Lalu, mengenai pertanyaan-pertanyaa seperti: kalau gerah gimana?, kalau kepanasan gimana?, kalau rambutnya rontok gimana? Kalau gimana gimana…?
Pertanyaan yang gimana-gimana-gimana tadi itu akan terkalahkan dengan kenyamanan hati tersebut. Toh kalau difikirkan, kita itu hidup hanya sebentar saja, jangan sampai menyesal karena belum bisa menunaikan kewajibannya.
Dan masak iya kita gak bisa bersabar memakai jilbab sampai kita dipanggil sama yang Kuasa.

Itu saja sih,
Semoga yang sudah berjilbab bisa istiqomah, dan yang belum berjilbab bisa segera berjilbab

Mohon dimaafkan jika banyak salahnya ^^

Semanggat dalam kebaikan!! Allahuakbar!!


GK/2/10/15



Selasa, 03 Februari 2015

This is about Tolerance

Ini tentang toleransi lebih tepatnya toleransi sesama umat muslim. Seperti yang kita tau bahwa, sesama umat muslim itu bersaudara kan yaa. Lalu, mengapa masih banyak ghitu yang saling membenci? Saling menyerang? Saling tidak menghargai? Dan saling-saling yang lainyaa.
Mungkin, kadang kita merasa ngak suka pada saudara sesama muslim, disebabkan karena beberapa hal, missalnya: kita beda prinsip kah, atau kita berbeda pendapat kah, dll sehingga terjadinya pertengkaran.
Padahal, sebagai sesama muslim itu memiliki tugas untuk memuliakan sesama muslim lainya lhoo. Kalau masih ada perbedaan dintara saudara kita, yaa kita lihat terlebih dahulu apakah perbedaan itu masih dalam koridor syari’at islam (sesuai Al-Qur’an dan Sunnah-Nya) atau tidak.
Kalau dia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah-Nya, yaa berarti tidak ada alasan kita untuk membenci saudara kitaa. Kecuali saudara kita telah melalukan kesesatan yang nyata, missal: menyembah bunga mungkin, hhe. Kalau itu baru kita berkewajiban untuk mengingatkan dia. Dan cara mengingatkannya pun hendaknya tanpa menyakiti perasaan dia, karena bisa jadi yang kita makduskan untuk menasihati justru malah menjadi masalah baru.
Lalu, lanjut lagi tentang toleransi. Bukankan Rasulullah pun telah mencontohkan saling toleran bahkan ngak hanya sesama muslim saja, tetapi sesama manusia. Yaitu kisah tentang Rasulullah yang berdiri menunggu berlalunya rombongan yang membawa jenazah, padahal itu bukan orang muslim lho.
Contoh lain mengenai toleransi juga terjadi pada imam kita, yaitu imam malik, imam syafi’i, imam hanbali, dan imam hanafi. Mereka memang terdapat perbedaan pendapat, namun masih sanggat-sanggat menghormati satu sama lain, tidak saling membenci, atau menyalahkan, dll.
Lalu pernah juga mendapat cerita mengena kisahi imam syafi’I dan imam malik, yang kedua-duanya itu adalah seorang guru dan murid. Yaitu imam safi’I adalah murid dari imam malik, namun keduanya berbeda pendapat dalam bebera hal. Nah, waktu itu ada kejadian yaitu suatu hari imam malik sedang berkunjung ke tempat imam syafi’I,yang saat itu akan melaksanakan sholat subuh berjamaah, karena imam syafi’I menggunakan qunut, sedangkan imam malik tidak memakai qunut. Lalu imam syafi’I dengan toleran nya beliau mengajak murid-muridnya untuk tidak qunut sendiri-sendiri atau pergi ketika nanti sholat subuh tiba, karena yang akan menjadi imam sholat adalah imam malik sang guru imam syafi’i. Kemudian ketika tiba saat sholat subuh, semua sudah bersiap-siap termasuk imam malik, disaat sedang siap-siap, murid-murid imam syafi’I yang menjadi jamaah sholat subuh pun tak kalah siap, mereka saling mengingatkan untuk jangan sampai lupa nanti tidak qunut. Lalu sholat pun dimulai, dan ketika sampai I’tidal ternyata imam malik dengan mencengangkanya beliau memakai qunut. Wauu amazing bukann!!
Itulah kisah yang luar biasa lho, seorang imam besar pun saling menghormati satu sama lain, lalu kita yang hanya manusia biasa kadang dengan perbedaan yang kecil pun menimbulkan perpecahan.Hello hhe

Untuk itu, selama berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah-Nya mari kita saling mempererat persaudaraan dan menghargai perbedaan antar saudara sesama muslim lainya.  Hargailah perbedaan itu, karena dibalik kita saling meributkan perbedaan itu, diluar sana banyak permasalahan yang harus kita pecahkan BERSAMA. 


Jkl/07/01/15


Memahami kata keren dengan arti lain

   Keren itu didefinisikan dengan barbagai macam, mungkin ada sebagian yang mengatakan bahwa jika loe mengikuti trend terkini maka loe keren, atau ada juga yang mengatakan bahwa jika selalu pake pakean yang bermerek di setiap keadaan maka loe keren, atau jika loe update info terkini maka loe keren, atau jika loe selalu begadang nonton bola tiap malem maka loe keren dan lainn sebagainyaa.
               Tapi, sebenarnya ada sisi lain dibaik berbagai macam definisi dari kata keren tersebut, dan arti lain itu mungkin telah disepakati oleh beberapa manusia langka di dunia ini, hadewh. Dan saya adalah salah satu penganut madzhab tersebut.hhe Penasaran, yuks segera kita bahas’^^
            Madzhab yang gimana siihh.., langsung saja : Keren itu bagi saya adalah jika kita anak muda/anak tidak muda yang selain peduli terhadap perkembangan zaman, selalu up date dengan keadaan terkini, tetapi sanggat peduli terhadap landasan hukum islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Lalu, muncul pertanyaan., apakah bisa jika seseorang yang gaul gilak kemudian dibarengi dengan tetap perpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah? Jawabannya adalah: yaa bisa saja yooow, kenapa tidak.
             Asalkan ada keinginan yang kuat dan selalu menyertakan iman di hatinya, maka definisi keren yang sesungguhnya itu akan terealisasikan. Walaupun saya sendiri juga merasa bahwa saya masih jauh dari definisi keren ituu. Soo, mari kita berusaha untuk menjadikan diri kita ini “keren dalam tanda kutip”.
                Keren yang paling keren itu, jika bisa mengutamakan urusan agama dari pada yang lainya.
   Dan keuntungan yang diperoleh orang2 yang “keren” tadi ialah, selain bisa eksis di dunia maka juga bisa eksis di akhirat, karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa segala perbuatan di dunia ini akan mendapatkan balasan oleh Allah, ketika di akhirat kelak. Nah, jika di dunia mengamalkan “keren” yang sebenarnya maka akan dekat dengan Allah dan akan merasakan balasan kebaikan atas perbuatan nya di dunia.
Semoga bermanfaat!


*Embuh le nulis kapan iki,

Selasa, 20 Januari 2015

Saat Hujan Menyapa











Aku tahu ini aroma apa
Terasa asing memang
Namun aromanya begitu menyejukan
Aroma tanah kering tercemar air

Namun aku mulai curiga, tak sewajarnya ia datang saat ini
Seharusnya ia akan muncul pada bulan-bulan akhir
Namun kenapa ia baru datang sekarang
Di bulan Mei

Aku mulai bertanya-tanya  pada semua orang
Kenapa ini?

Aku bertanya pada segerombolan bocah
Tapi terlalu ramai, ramai berlarian sambil menginjak air, coklat warnanya
Mereka tertawa lebar
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Aku bertanya pada penumbuk padi
Tak ada yang menghiraukan, terlalu bahagia nampaknya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Aku bertanya pada kepala suku
Bajunya terlihat indah, memegang pipa ditanganya
Ia terlihat agak murung, namun tetap diam seribu bahasa
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Aku bertanya pada pemahat kayu
Namun tak dihiraukan, terlalu sibuk dengan kesibukannya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?

Lalu
Aku menatap keatas langit
Tetesan air mengalir begitu derasnya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?




(JKal, 20 Januari 2015)

Jumat, 09 Januari 2015

Hijrah

Assalamualaikum
Lama gak nulis,hhe
Transisi itu adalah peralihan.  Nah kalau transisi kehidupan bisa disebut dengan hijrah kali yaaa. Hijrah kehidupan dari keburukan menuju kepada kebaikan.

Dalam berhijrah tentunya akan menemukan rintangan-rintangan, namun jika kita sudah  berniat untuk hijrah menuju kepada kebaikan, yaa insya Allah, Allah akan memudahkan jalan kita. Yang penting kita mempunyai niat dulu untuk berhijrah, lalu dilaksanakan.

Emm, ada yang bilang “mending mantan preman daripada mantan ustadz”. Nah, maksud dari kalimat barusan yaitu mending kita punya riwayat pernah melakukan keburukan dimasa lalu, lalu kita bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, daripada kita sudah menjadi orang baik-baik tapi tiba-tiba menjadi orang yang suka melakukan keburukan. #Na’udzubillah, semoga Allah menyelamatkan kita.Amin

Dan lagi, alasan mengapa kita harus berhijrah yaitu supaya kita mendapatkan akhir yang baik. Yaaa seperti yang kita tauu, tujuan akhir kita hidup ini ap sihh?? Untuk memperoleh kebahagiaan kaaan, keahagiaan nya mau yang sesaat atau yang kekal hayooo??
Tentunya yang kekal kan yaa, nah itulah kebahagiaan akhirat, makanya langkah awal yang harus kita tempuh yaitu dengan berhijrah.

Selanjutnyaaa, setelah kita niatkan untuk berhijrah, lalu kita memulai langkah awal dalam berhijrah, caranya yaitu dengan meninggalkan segala keburukan yang kita lakukan dan bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sesungguh-sungguhnya, dengan tidak mengulangi keburukan itu lagii.

Dan tentunya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Missalnya: Yang dulunya tidak sholat 5 waktu, maka melaksanakan sholat 5 waktu. Sehingga setelah berhijrah kita akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, insya Allah.

So, tunggu apa lagi, bagi yag belum berhijrah ayoo berhijrah, dan yang sudah berhijrah, lanjutkan perjalanan Hijrahmu!! Karena kebahagiaan menantimu :’)

#Sudahh,itu sajaa, semoga bermanfaat #SemangaatBerHijrah!! :D



GK/25/12/14



Cerita Simbah "Setia"

Bismillah Jadi saya itu mempunyai simbah kakung dan simbah putri yang tinggal bersama saya di rumah. Dalam ingatan saya dulu ketika saya ...