Terasa asing memang
Namun aromanya begitu menyejukan
Aroma tanah kering tercemar air
Namun aku mulai curiga, tak sewajarnya ia
datang saat ini
Seharusnya ia akan muncul pada bulan-bulan akhir
Namun kenapa ia baru datang sekarang
Di bulan Mei
Aku mulai bertanya-tanya pada semua orang
Kenapa ini?
Aku bertanya pada segerombolan bocah
Tapi terlalu ramai, ramai berlarian sambil
menginjak air, coklat warnanya
Mereka tertawa lebar
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?
Aku bertanya pada penumbuk padi
Tak ada yang menghiraukan, terlalu bahagia
nampaknya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?
Aku bertanya pada kepala suku
Bajunya terlihat indah, memegang pipa
ditanganya
Ia terlihat agak murung, namun tetap diam
seribu bahasa
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?
Aku bertanya pada pemahat kayu
Namun tak dihiraukan, terlalu sibuk dengan
kesibukannya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?
Lalu
Aku menatap keatas langit
Tetesan air mengalir begitu derasnya
Akankah tahun-tahun berikutnya sama?
(JKal, 20 Januari 2015)

