Rabu, 04 Juni 2014

Ini tentang Hidayah

Bissmillah,
 I fery thank for Allah,
Karena hidayah itu milik Allah,dan jemputlah hidayah itu.
 Tentunya setiap manusia mempunyai kisahnya masing-masing, karena perjalanan manusia itu penuh warna, bahkan kadang-kadang warna yang terlukis itu tiba-tiba ada dan tak disangka-sangka.
Jadi ingat dulu, sebelum masuk kuliah, sebelum mengenal keindahan yang kurasakn #agak alay yaah hhe. Masa-masa ababil tepatnya.
Kalau menoleh kebelakang, ada perasaan gemetar dan haruu, jadi mengerti bahwa Allah memang sanggattt menyayangi hambanya. Bahkan pada setiap keadaan, sebenarnya Allah telah menunjukan pilihan terbaik bagi hamanya, atau Allah sebenarnya menyisipkan pilihan terbaik yang kadang tidak kita sadari.
Jika menoleh kebelakang, memang harus disampaikan sekali lagi bahwa ada perasaan haru luar biasaa. Rasa terimakasih sebesar apapun tak ada bandingannya dengan perasaan ini. Sungguh
Perjalanan kehidupan yang telah diatur oleh Allah itu, ternyata memang sanggat indah. Dari mulai salah jurusan, berjilbab, bertemu dengan saudari2ku yang sholihah, yang mengajarkan kebaikan, hingga ODOJ, semuanya indah karena ada campur tangan Allah disana.
Ada yang mengatakan bahwa hidayah itu, bukan hanya ditunggu tapi dicari, #Setuju dengan pernyataan itu, karena manusia itu telah ditunjukan jalan terbaik, tinggal manusia itu mau atau tidak mengambil pilihan dari Allah terseut.
Pilihan itu kadang disisipkan oleh Allah, yang kadang tidak kita sadari.
Maka jangan mengabaikan hal-hal sepele yang dianggap tidak penting tapi itu menunjukan pada kebaikan, mulailah menerima dan meng-iyakan untuk melakukanya. #menasihati diri
Jalan menuju kebaikan itu, yang menentramkan hati, bukan yang meresahkan hati.
Jalan manuju kebaikan itu, bisa saja dari hal2 yang dianggap tak penting, tapi sanggat bermanfaat unt kedepannya. Misalnya saja: Pilihan menggunakan jilbab. Jika ada sedikit keinginan dalam hati untuk mengenakan jilbab, maka lakukanlah, walaupun awalnya malu karena tidak terbiasa, walaupun awalnya tidak nyaman, tapi lakukanlah :), karena itu jalan menuju kebaikan. Jika kebaikan itu biasa dilakukan, maka akan menjadi kebutuhan dan akan terasa nyaman baki kita :)
Dan bisa dibilang #cuek, kadang diperlukan juga saat kita sedang menuju pada kebaikan, misalnya dalam khasus berjilbab, mungkin ada yang ingin berjilbab tapi ada berbagai pendapat negatif tentang itu, misalnya: Buat apa berjilbab, karena ada juga orang yang berjilbab tapi kelakuannya sama saja dengan orang yang belum berjilbab.
Dalam kasus ini sy katakan: Coy, jangan dengar perkataannya, karena berjilbab itu bukan berarti sudah sempurna iman dan akhlaknya, namu berjilbab itu karena ingin menyempurnakan dan memperbaiki iman dan akhlak kita. :)
Nah, tunggu apa lagii : Pakailah jilbabmu dan jadikan mahkotamu untuk memperbaiki iman dan akhlakmu !! :) Itu salah satu contoh menjemput hidayah dari Allah.
Jika hidayah itu telah diberikan, maka akan menentramkan hati dan memberikan kebahagiaan, :)


Jakal, 4/6/14

Cerita Simbah "Setia"

Bismillah Jadi saya itu mempunyai simbah kakung dan simbah putri yang tinggal bersama saya di rumah. Dalam ingatan saya dulu ketika saya ...